Sunday, May 13, 2012

Caping Day,. I'm Coming!!!

Hey cabi dan bloggermania!!!
Ah gx terasa y bsk udh ucap janji atau istilah kerenny caping day, dan 2 bulan lg udh mulai praktek di rumah sakit,.
http://www.emocutez.com
Akhirny setelah penantian yang panjang (dan sangat menguras tenaga) selama 2 bulan latihan dari sore mpe malam usai sudah.
http://www.emocutez.com
Senang tapi juga deg-degan,. senang karena bisa konsent belajar (hehehe maksudny biar keliatan rajin, padahal. . .^^v) dan deg-deganny karena bsk itu kita akan di sumpah dan itu di depan direktur poltekkes, pemimpin rumah sakit dan ortu, tapi untungny bpk gx bs dtg jadi gx terlalu deg-degan (hehehe makasih bpk, tp ntar klw wisuda wajib fardhu a'in dtg y. .)

http://www.emocutez.com
tapi tau gx sich teman2 arti caping day itu sendiri???

http://www.emocutez.com
Apa itu Capping Day ? Bagi orang awam itu pasti menjadi sebuah pertanyaan besar akan tetapi bagi orang kesehatan itu hal yang lumrah.CAPPING DAY adalah  Hari Penyematan Cap sebagai simbol bahwa para mahasiswi prodi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang telah siap untuk mengabdikan diri pada dunia kesehatan dan merupakan awal bagi mereka untuk memperoleh pengalaman lapangan untuk di tugaskan di Rumah sakit, klinik, puskesmas, panti- panti seperti panti jompo, dll.

oh ya  di caping day itu ada salah satu tokoh yg menurutku menarik,. siapa dia?

Florence Nightingale

Gadis Ngobrol
Jika berada di rumah sakit (RS), pasti kita merasa berterimakasih sekali kepada para perawat yang selalu membantu kita meminum obat, hingga memastikan kamar kita selalu bersih. Dulu sebelum abad ke 19, tugas perawat di RS tidak sehebat ini, lho. Tapi, semua itu berubah berkat usaha perawat bernama Florence Nightingale yang mempelopori pondasi tugas perawat secara profesional.

Florence Nightingale lahir pada tanggal 12 Mei 1820 sebagai anak kedua dari keluarga kaya asal Inggris. Sebagai anak tuan tanah yang kaya, Florence dibesarkan layaknya seorang lady. Tapi, sejak kecil hingga remaja, Florence lebih suka membantu tetangganya atau merawat hewan yang sakit daripada pergi belanja atau ke pesta. Karena sangat senang mengunjungi pasien di rumah sakit dan ikut merawatnya, Florence pun bercita-cita ingin jadi perawat.

Namun cita-citanya ini ditentang oleh keluarganya, karena saat itu perawat bukanlah pekerjaan yang bagus untuk cewek kelas atas. Meskipun begitu, Florence nggak putus asa. Pada tahun 1846 ia mengunjungi rumah sakit Kaiserswerth di Jerman yang didirikan oleh Pendeta Theodor Fliedner. Di sana dia kagum dengan perawatan dan perhatian yang dilakukan para biarawati terhadap pasien. Ketika pertama kali menjalani profesi sebagai perawat di Institute for the Care for Sick Gentle Woman in Distressed Circumstances, Florence pun menerapkan metode perawatan yang lebih intensif kepada pasien.

Pada tahun 1854, ketika perang Krimea pecah, Florence mendengar banyak prajurit yang sakit dan luka-luka tidak dirawat dengan benar. Bersama 38 perawat sukarela yang dilatihnya sendiri, Florence pun membentuk tim perawat di rumah sakit militer di Scutari, Turki. Ketika dia datang, keadaan rumah sakit ini sangat berantakan. Ratusan prajurit yang luka tergeletak tanpa ada yang merawat. Tim perawat Florence pun bekerja keras memperbaiki sistem RS itu sehingga pasien lebih terawat  dengan baik. Bukan hanya itu, Florence juga meminta Kerajaan Inggris untuk memperbaiki bangunan RS dan menyediakan makanan bergizi untuk pasien. Berkat ketekunan Florence, banyak prajurit yang berhasil pulang ke Inggris dengan selamat.

Kehebatannya merawat prajurit di perang Krimea membuat nama Florence pun terkenal di Inggris. Sebagai tanda terimakasih, para tokoh masyarakat pun mengumpulkan dana bagi Florence. Dana ini kemudian digunakannya untuk membangun sekolah perawat khusus untuk wanita yang bernama Nightingale Training School (sekarang Florence Nightingale School of Nursing and Midwifery). Selain mengajar, Florence juga menulis berbagai buku tentang metode perawatan. Florence Nightingale meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 1910 di usia 90 tahun. Hingga kini, namanya tetap dikenang di dunia perawat bahkan International Nurses Day selalu dirayakan di hari ulang tahunnya.


semoga bsk acarany lancar dan tidak ada suatu hambatan apapun, Amien. .
dan skrg waktuny tidur (krn bsk brgkt jam 5 pagi hoammm)

http://www.emocutez.com

Friday, May 4, 2012

Mekanisme Pembekuan Darah

Halohaaa. . .
http://www.emocutez.com
Mulai selasa kemarin makul medial science diampu oleh bu Dr. Sri Rejeki Handayani, dan beliau pun meminta kami untuk mempelajari tentang mekanisme pembekuan darah, dan jadi lah posting kali ini tentang mekanisme pembekuan darah (alasan karena males mencatat :p)
http://www.emocutez.com



Mekanisme Pembekuan Darah


Secara umum terjadi melalui tiga langkah utama:
1. Sebagai respons terhadap kerusakan pembuluh darah/ darah itu sendiri, maka rangkaian reaksi kimiawi yang kompleks terjadi dalam darah dan melibatkan banyak faktor pembekuan darah. Hasil akhirnya adalah terbentuknya suatu kompleks substansi teraktivasi yang secara kolektif disebut aktivator protrombin.
2. Aktivator protrombin mengkatalisis perubahan trombin menjadi trombin.
3. Trombin bekerja sebagai enzim untuk mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin yang merangkai trombosit, sel darah, dan plasma untuk membentuk bekuan.

Skema:




Pembentukan Aktivator Protrombin:
Mekanisme ini dimulai bila terjadi trauma pada dinding pembuluh darah dan jaringan yang berdekatan pada darah, pada setiap kejadian tersebut, mekanisme ini akan menyebabkan pembentukan aktivator protrombin.

Aktivator protrombin ini dibentuk melalui 2 cara, yaitu jalur ekstrinsik yang dimulai dengan terjadinya trauma pada dinding pembuluh dan jalur intrinsik yang berawal di dalam darah itu sendiri.

Langkah-langkah jalur ekstrinsik, yaitu pelepasan faktor jaringan atau tromboplastin jaringan, selanjutnya mengaktifasi faktor X yang dibentuk oleh kompleks lipoprotein dari faktor jaringan dan bergabung dengan faktor VII, kemudian dengan hadirnya ion Ca2+ akan membentuk faktor X yang teraktivasi. Selanjutnya faktor X yang teraktivasi tersebut akan segera berikatan dengan fosfolipid jaringan, juga dengan faktor V untuk membenuk senyawa yang disebut aktivator protrombin.


Langkah-langkah jalur intrinsik, yaitu pengaktifan faktor XII dan pelepasan fosfolipid trombosit oleh darah yang terkena trauma, kemudian faktor XII yang teraktivasi ini akan mengaktifkan faktor XI, kemudian faktor XI yang teraktivasi ini akan mengaktifkan faktor IX, faktor IX yang teraktivasi bekerja sama dengan faktor VIII terakivasi dan dengan fosfolipid trombosit dan faktor 3 dari trombosit yang rusak, akan mengkatifkan faktor X. Disini jelas bahwa bila faktor VIII atau trombosit kurang maka langkah ini akan terhambat. Faktor VIII adalah faktor yang tidak dimiliki oleh penderita hemofilia. Trombosit tidak dimiliki oleh penderita trombositopenia. Faktor X yang teraktivasi akan bergabung dengan faktor V dan trombosit untuk membentuk suatu kompleks yang disebut aktivator protrombin.

Perubahan Trombin Menjadi Trombin:
Setelah aktivator protrombin terbentuk akibat pecahnya pembuluh darah maka dengan adanya ion Ca2+ dalam jumlah yang mencukupi, akan menyebabkan perubahan protrombin menjadi trombin. Trombosit juga berperan dalam pengubahan protrombin menjadi trombin, karena banyak protrombin mula-mula melekat pada reseptor protrombin pada trombosit yang telah berikatan pada jaringan yang rusak. Pengikatan ini akan mempercepat pembentukan trombin dan protrombin yag terjadi dalam jaringan dimana pembekuan diperlukan.

Protrombin adalah protein plasma yang tidak stabil dan dengan mudah pecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih kecil, salah satu diantaranya trombin. Vitamin K juga sangat berperan dalam pembekuan darah karena kurangnya vitamin K akan menurunkan kadar protrombin sampai sedemikian rendahnya hingga timbul pendarahan.

Perubahan Fibrinogen Menjadi Fibrin:
Trombin adalah enzim protein dengan kemampuan proteolitik yang bekerja terhadap fibrinogen dengan cara melepaskan empat peptida yang berberat molekul rendah dari setiap molekul fibrinogen sehingga membentuk molekul fibrin monomer yang memiliki kemampuan untuk berpolimerisasi dengan molekul fibrin monomer yang lain. Dengan cara demikian, dalam beberapa detik banyak molekul fibrin monomer berpolimerisasi menjadi benang-benang fibrin yang panjang, sehingga terbentuk retikulum bekuan.

Namun benang-benang fibrin ini ikatannya tidak kuat dan mudah diceraiberaikan, maka dalam beberapa menit berikutnya akan terjadi proses yang akan memperkuat jalinan/ikatan tersebut. Proses ini melibatkan zat yang disebut faktor stabilisasi fibrin. Trombin yang tadi berperan dalam membentuk fibrin, juga mengaktifkan faktor stabilisasi fibrin yang kemudian akan membentuk ikatan kovalen antara molekul fibrin monomer, sehingga saling keterkaitan antara benang-benang fibrin yang berdekatan sehingga menambah kekuatan jaringan fibrin secara tiga dimensi.

Bekuan darah yang terdiri dari jaringan benang fibrin yang berjalan dari segala arah dan menjerat sel-sel darah, trombosit, dan plasma. Benang-benang fibrin juga melekat pada pembuluh darah yang rusak; oleh karena itu bekuan darah menempel pada lubang di pembuluh darah dan dengan demikian mencegah kebocoran darah.