Anemia defisiensi besisumber : http://forum.kompas.com/kesehatan/60582-anemia-pelajari-tanda-dan-gejalanya.html
Anemia defisiensi besi merupakan penyebab utama anemia di seluruh dunia dan didefinisikan sebagai berkurangnya kandungan total besi dalam tubuh. Anemia defisiensi besi terjadi ketika defisiensi besi yang terjadi sampai mengganggu proses erythropoiesis (proses pembentukan sel darah merah).
Penyebab anemia defisiensi besi
Wanita mempunyai tempat penyimpanan besi yang lebih sedikit dibanding pria dan mengalami kehilangan lebih banyak (saat menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menyusui). Jika ibu hamil mempunyai simpanan besi yang cukup, maka bayi yang lahir akan mempunyai simpanan besi yang cukup sampai usia 6 bulan. Setelah itu maka diperlukan makanan pendamping ASI (PASI) seperti disebut diatas bahwa setelah usia 6 bulan perlu asupan daging merah dan/atau kacang-kacangan.
- Peningkatan jumlah kehilangan darah: menstruasi, infeksi gastrointestinal (cacing tambang, cacing cambuk, amoebiasis), ulkus peptikum (perlukaan di organ dalam perut biasanya akibat asam lambung), kanker.
- Peningkatan kebutuhan nutrisi: menyusui, pubertas, bayi.
- Penurunan asupan nutrisi: bayi di atas 6 bulan hanya minum susu (ASI maupun sapi), kekurangan asupan daging merah dan/atau kacang-kacangan.
- Penurunan penyerapan besi: konsumsi zat yang menghambat penyerapan besi (teh, cereal), terjadi malabsorbsi.
Manifestasi klinis
Riwayat diet sangatlah penting ditelusuri. Seorang vegetarian lebih mungkin untuk mengalami defisiensi besi, kecuali dalam dietnya dilengkapi dengan suplemen zat besi. Kondisi sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan keluarga terhadap nutrisi juga berpengaruh terhadap asupan zat besi.Secara umum tanda-tanda anemia defisiensi besi adalah lemah, letih, lesu (persis seperti iklan-iklan produk zat besi), susah konsentrasi, tampak pucat, terkadang disertai sesak nafas dan bisa pula terjadi gagal jantung. Glosstitis atau peradangan pada lidah, stomatitis atau peradangan pada mukosa mulut, serta kuku-kuku tampak rapuh merupakan penampakan klinis anemia.
Pencegahan dan Penatalaksanaan
- Suplementasi zat besi pada kelompok beresiko seperti yang telah disebut di atas. Juga disertai asupan daging dan/atau kacang-kacangan, buah-buahan yang mengandung vitamin C. Suplemen zat besi dianjurkan untuk anak diatas usia 6 bulan dan wanita hamil secara kawasan asia tenggara termasuk Negara kita, tinggi prevalensi anemia.
- Pemberian obat cacing secara berkala juga perlu dilakukan untuk pencegahan kecacingan
- Jika keadaan berlangsung lama, dalam artian gejalanya tidak membaik padahal anda merasa sudah baik asupan nutrisinya, ada baiknya diperiksakan ke dokter anda, untuk dicari tau penyebabnya, bisa karena kecacingan, kanker, dan sebab-sebab lain seperti yang telah kita sebutkan
Thursday, June 7, 2012
ANEMIA
GASTROENTERITIS
DEFINISI
Gastro adalah penyakit yang disebabkan oleh mikro organisme yang tertelan bersamaan dengan makanan atau minuman yang terkontaminasi. Virus atau bakteri tersebut menyerang organ pencernaan sehingga menyebabkan rasa mual, muntah, diare, dan kejang pada perut. Terkadang juga menyebabkan demam atau sakit kepala.GEJALA
Gastro memiliki tanda dan gejala antara lain:• Diare. Apabila mengandung darah mungkin disebabkan infeksi lain yang parah.
• Kejang dan nyeri pada otot perut
• Mual, muntah atau keduanya
• Kadang disertai sakit kepala
• Demam ringan
Gastro biasanya terjadi selama satu sampai tiga hari sejak terinfeksi virus dan dapat memiliki gejala dari yang ringan sampai yang berat. Biasanya gejala tersebut akan hilang hanya dengan satu hari atau dua hari, tetapi terkadang sampai sepuluh hari.
Penyebab & Faktor Risiko
PenyebabAnda dapat mengalami gastro ketika anda memakan atau meminum makanan dan air yang terkontaminasi. Atau bisa juga apabila sering berbagi peralatan, handuk atau makanan dengan seseorang yang terinfeksi.
Beberapa virus yang dapat menjadi penyebab gastro adalah:
• Rotavirus. Virus ini biasanya menyebabkan diare pada bayi dan anak-anak. Orang dewasa yang terinfeksi rotavirus biasanya tidak memiliki gejala.
• Noroviruses. Norovirus dapat menyebar di dalam komunitas ataupun keluarga. Penyebaran virus dapat melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, akan tetapi penyebaran melalui orang ke orang dapat terjadi.
Faktor risiko
• Anak-anak dapat dengan mudah terkena gastro dikarenakan sistem imun yang dimiliki belum cukup matang sampai usia enam tahun. Sedangkan orang dewasa dapat mengalami masa dimana sistem imun yang dimiliki menurun sehingga mudah terinfeksi. Orang yang memiliki ketahanan yang rendah – dikarenakan sistem imun yang lemah akibat HIV, AIDS atau kondisi medis lain – memiliki risiko yang tinggi.
Pencegahan
Jalan terbaik untuk mencegah penyebaran virus gastro adalah mengikuti langkah-langkah berikut:
• Cuci tangan anda. Pastikan anda dan anak anda rutin mencuci tangan terutama sebelum makan dan ketika selesai buang air. Yang paling baik adalah menggunakan air hangat dan sabun kesehatan. Gosok tangan anda paling sedikit 20 detik dan ingatlah untuk membersihkan bagian kuku dan lipatan kulit dan celah jari. Lalu bilas secara bersih dan keringkan dengan handuk bersih. Gunakan tisu basah dengan alkohol ataupun hand sanitizer ketika tidak tersedia sabun dan air.
• Gunakan peralatan secara personal. Hindari berbagi peralatan makan, gelas dan piring. Serta hindari pinjam meminjam handuk.
• Jaga jarak. Hindari kontak secara dekat dengan orang yang terinfeksi virus.
Anda juga dapat terinfeksi virus penyebab gastro ketika dalam perjalanan. Untuk mencegahnya ikuti tips berikut:
• Minum hanya minuman yang tersegel dengan baik.
• Hindari es batu, karena es batu mungkin saja dibuat dari air yang telah terkontaminasi
• Gunakan air mineral yang tersegel untuk menyikat gigi
• Hindari jajanan yang dibuat langsung menggunakan tangan
• Hindari daging dan ikan yang dimasak setengah matang
• Ambil vaksinasi terhadap rotavirus. Di beberapa negara vaksinasi ini telah tersedia.
sumber : http://health.kompas.com/direktori/yourbody/25/Gastroenteritis
Subscribe to:
Posts (Atom)